Viva Oranje...

 

Pemain belanda Giovanni van Bronckhorst yang juga berdarah Ambon merayakan gol ketiga Belanda.  Indonesia juga sepertinya ikut senang atas prestasinya  (courtesy uero2008.com)

Kemenangan besar Belanda atas Italia 3-0 membuat gairahku terhadap Euro 2008 jadi meletup. Bisa dibilang kali ini aku kurang greget menyambut event empat tahunan ini. Banyak hal juga sih yang menyebabkan, disamping pekerjaan yang menyita waktu. Kemenangan besar ini mengusik aku sedikit menilik konsep era “Total Football” di masa Rinus Michles dengan Trio Belanda -nya, puncaknya saat juara Eropa 1988. Saat itu racikan pelatih Rinus seakan menjadi tren sepakbola modern saat itu, Menyerang adalah pertahanan terbaik. Tetapi pasca itu Belanda seakan pudar. Tak banyak bicara di kancah Eropa dan Dunia. Digantikan Era Jerman, Perancis dan Italia untukkawasan Eropa .
Agresifitas  dan Kedisiplinan
Kini setelah dua puluh tahun berlalu –setelah juara Eropa di tahun 1988- Belanda seakan kembali, walau memang terlalu dini mengatakan ini. Tapi setidaknya kemenaagan penting ini menghembuskan keoptimisan bagi tim oranye.Dengan konsep penyempurnaan “Total Football” istilah Ricky Jo di saaat jeda pertandingan. Agresifitas pemain-pemain muda Belanda nampak rancak, rapi dan terkesan powerfull dalam 90 menit. Penampilan pemain Italia yang terkesan kurang greget dan semangat –mungkin karena absenya sang kapten Cannavaro -menjadi faktor tambahan berkembangnya permainan Belanda. Belanda nyaris menguasai lapangan tengah, terlebih di babak pertama.
Mungkin seakan sudah bukan jamanya mempertentangkan konsep “total Football” lagi atau Cattenacio yang sepertinya juga mulai ditinggalkan pasukan Donadoni. Setidaknya itu terlihat di pertandingan malam ini yang sangat terbuka. Sepakbola saat ini adalah kolektifitas + kualitas individu, sebagai wujud penyatuan konsep Sepakbola Eropa yang kompetitif dan dinamis. Eropa adalah satu karena kompetisi modern yang berkembang di sana diwarnai semangat yang sama, yakni Stretegi komposisi pemain dari Pelatih. Bukankah kebesaran tim-tim Liga Eropa banyak terjadi pada pelatih yang cerdas dan terkesan keras kepala dalam meramu pemain??Satu kasuss begitu pentingya sosok Mourinho yang sangat membuat Massimo Moratti sangat terobsesi dengan kewibawaanya untuk mengukuhkan Dominasi “Neraazzuri” musim depan di lega Calcio.
Siklus 20 Tahun
Van Basten adalah sang Arsitek yang mampu meramu potensi pemain mudanya. Dua puluh tahun bukan waktu yang pendek dalam perjalanan sebuah tim.”Total Football adalah jargon penyemangat tim, tetapi bukan harga mati sebuah konsep dan perlu penyempurnaan seiring waktu. Tim Belanda kini adalah “Neo Total Football” (istilah gue). Semangat Total Football dari Rinus Michles yang disempurnakan oleh sang penerus, Marco Van Basten. Sepakbola Belanda Era ini adalah Agresifitas,Kedisiplinan dan kekuatan. Mungkin terlalu dini mengatakan ini terbaik, karena masih panjang jalan yang harus ditempuh.Tetapi ibarat langkah kaki, satu kaki telah melangkah dengan sempurna, tinggal menarik kaki yang satu dengan keoptimisan. Harapan Siklus juara tiap 20 tahun bukanlah sebuah angan.
Viva Oranje…