Kebebasan Finansial


Beberapa waktu lalu sempet mengikuti "Perspektif Wimar" di anTV. Ga biasanya memindah-mindah channel untuk cari berita lain. Tema yang menarik memaksaku untuk mengikuti perbincangan seru antara Host,calon co-host yang cantik-Puteri Indonesia 2006 Agni Pratista-,dan tentunya bintang tamu seorang Finansial Consulting yaitu Liwigna P Hananto. Bukan hanya menarik sih temanya, tetapi emang cara dia ngomong enak didengar. Selain suaranya renyah seperti krupuk, analisis dia dan bagaimana menarik hati audiens patut diacungi jempol.
Temanya sih biasa aja, karena aku tak kurang dua tiga kali mendengar omongan dia yang tak jauh beda isinya. Tetapi ya memang begitu fenomena yang ada di masyarakat-terutama masyarakat urban-.

Pada inget kan iklan sms premium dari pengamat keuangan lain, Safir Senduk?
- Apakah anda baru bisa belanja saat gajian tiba?
- Apakah pengeluaran anda selalu lebih besar dari pemasukan Anda?
- Apakah Rekening anda tak ada beda dengan lalu lintas,yg hanya transit di rekening tiap tiap bulanya?
He2..menohok tapi emang kenyataan.

Menurut Liwigna hananto sendiri simpel aja kita dalam mengelola keuangan :
- Kita harus punya tujuan keuangan yan jelas, entah jangka pendek, menengah ataupun panjang.
Bener juga sih,ambil contoh tahun ini kita tagetkan akhir tahun liburan ke Lombok (aduh jadi pengen nehhh). Berarti biasa kita hitung kebutuhan misal 6 juta totalnya, berarti tinggal kita terjemahin ke biaya yang harus kita sisihkan tiap bulan berarti 50 rb bila kita anggap mulai dari bulan janurai merencanakan.

-Point pertama tak ada guna bila tak mecing dengan penghasilan dan pola keuangan kita.
LPH sih bilang 10% dari gaji loe kudu aman dalam bentuk tabungan atau investasi. 30-40% dari gaji adalah untuk kebutuhan pokok. Jadi setelah itu terselah loe mau ngapain dengan 50% sisanya untuk "Life Style" loe.Mungkin dari situ kita bisa ngerancang tujuan keuangan kita.aplikasinya bisa macem2;nyicil Kartu Kredit, kresit barang, dan apalagi kalo ga "mogleng-mogleng" tiap pekan?
Pertanyaan yang muncul memang sebenarnya di situ inti gaya dan pola keuangan kita. Masa kita mau mati gaye...?Ga mau make asil keringet kitapakai untuk hal yang menyenangkan kita?
Tapi intinya menurutku asal kita jangan utang, entah dengan kartu kredit atau yang laenya...(masih bisa diperdebatkan sih)

- Punya 2 rekening adalah solusi?
Mungkin ada benarnya jika kita punya 2 rekening untuk mengamankan tujuan keuangan kita. Satu buat tabungan dan Invesasi (pundi-Pundi harta) dan yang satu sebagai lalu lintas. Tiap bulan rekening Pundi harta menerima limpahan uang dari rekening lalu lintas (dapet tambahan jika sisa).

Ideal Vs Realita.
Semua uraian di atas adalah idealitas manajemen keuangan pribadi kita yang secepat mungkin harus lewati seperti :
Tahap 1- Rencanakan
Tahap 2 - Aplikasi + Komitmen ketat
Tahap 3 - Evaluasi dengan target kedinamisan.

Masalahku sekarang ?
Sekarang secara realita aku masih pada tahap satu...dan begitu ingat udah masuk tahap 3 di akhir bulan.
Artinya apa?
Orang memang bukan hanya selesai pada tahap tahu aja...
Jika udah tau ilmunya kan emang harus diamalkan.Tau ilmunya tak pernah diaplikasikan kan sama juga bohong kan.Tolong dong kasih jembatan yang aku cari untuk menyambungny,sekian lama ku cari tak ketemu.
Cape nian awak meracau...
Tak jua awak sampai ke seberang sungai....