Qur'anic Law of Attraction (Review)



Kutemukan buku ini di MP Book Pint di bilangan jeruk Purut minggu lalu. 
Buku ini seakan ingin melengkapi pertanyaanku yang belum selesai di  buku sebelumnya.Best Seller "Secret" tulisan Ronda Byrne dan "Law of Attraction"(LOA)-nya  Michael J.Losier. Buku karya  Rusdi Rauf ini menawarkan solusi tentang bagaimana LOA dalam diri kita berjalan dengan baik yang berlandaskankan pada Al-Quran.
Law of attraction (hukum ketertarikan) adalah hukum terbesar i alam semsta. Hukum Tarik menarik menyuguhkan harapan sekaligus peringatan. Hukum ini intiny berpendapat:

"Apa yang Anda pikirkan sekarang adalah apa yang akan terjadi pada diri Anda nanti. Masa depan tergantung pada pikiran masa kini. Agar masa depan baik, pikiran berikut keinginan pun harus baik."


Yang menjadi persoalan adalah landasan berpikir di dlam hukum ini.Untuk menentukan baik dan buruk, sudut pandang apa yang akan kita jadikan sandaran?Sepertinya Hal ini yang kurang dibahas dalam dua buku sebelumnya. Dalam "Secret" dan "LOA" tidak secara tegas merujuk pada sebuah dasar. Hal ini memang wajar karena memang keduanya membingkai dalam hal ranah psikologi. Ada sesuatu yang kurang memang selesai membacanya. Dalam bahasa sederhana ibarat sebuah kalimat masih terdapat koma atau belum selesai. Memang kita seperti terjaga membaca ungkapan-ungkapan dari "Secret" dan "LOA".
salah satu contoh:

"Pikirkanlah sesuatu yang engkau inginkan, jangan berpikir tentang apa yang tidak engkau inginkan".
"Fokus kita terhadap tentang hal tidak kita inginkan akan spontan merespon balik dan membuat kita terfokus dan akhirnya menguras energi pikiran kita."

 Tema ini sebenarnya tak jauh beda dari tema "Berpikir Positif" yang lebih dulu dibicarakan di dunia psikologi. Pikiran positif akan menuntun kita menjalani dan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dalam hidup.
Kembali ke buku Rusdin S Rauf tadi. Hukum Tarik Menarik (LOA) sebenarnya sudah tertulis secara lengkap dan berulang-ulang di dalam Al-Qur'an. Dengan Al-Quran, Law of Attraction akan terealisasi sesuai petunjuk Allah. Pikiran dan keinginan pun akan mewujud sesuai panduan-Nya ungkap Rusdin.
Aku sendiri mendapatkan beberapa catatan penting dalam tulisan Rusdin S Rauf. Segala sesuatu yang kita pikirkan secara sadar maupun bawah sadar kita harus dilandasi sebuah rasa spiritual yang kuat. Apa yang mendasari keinginan kita  dan apa yang menghalagi keyakinan kita, sepertinya tak jauh-jauh dari unsur "visi keimanan" kita. Aku sendiri kadang merasa gelisah dengan kebimbangan-kebimbangan dalam hidup ini. Kebimbangan adalah wujud keraguan yang tak berujung dan tidak sesegera mungkin kita coba urai menjadi sebuah keyakinan. Hal ini seakan berbanding lurus dengan tingkat keimanan kita dalam suatu waktu. Sewaktu kita jauh dari Allah atau dalam keadaan futur, pasti keyakinan dan positif thinking kita berkurang. Semua ini memang ujungnya adalah sikap religius kita dalam menyikapi hidup. Keyakinan kita seperti harus punya sandaran yang tak meragukan lagi. Rasa syukur dan Kesabaran adalah salah satu contoh sikap yang selalu diajarkan Al-Qur'an. Seberapa besar rasa syukur saat kita diberi kelebihan, dan seberapa besar kesabaran kita saat menerima cobaan. Mungkin itu salah satu inti dari Quranic Law of Attraction.
Semoga kita selalu mendapat hikmah dari sebuah perenungan.
Matur Nuwun.