Memberi dan Menerima



Tak banyak mungkin perbedaan antara dua kata ini, tetapi sebenarnya punya esensi yang saling berkebalikan. Memberi adalah ungkapan aktif dalam diri kita untuk melakukan sesuatu yang”berwujud”. Sedangkang menerima adalah perbuatan sebaliknya.
Dua kata ini secara tak sdar seperti menjadi inti dari kehidupan ini. Kehidupan ini adalah kumpulan kejadian memberi dan menerima. Suatu saat kita memberi kepada orang lain, saat yang lain kita menerimanya.Demikianpun kepada dan dari Sang Maha Memberi.
Permasalahan yang muncul adalah seberapa besar hasrat kita untuk memberi maupun menerima.. Suatu saat tak jarang kita selalu mengeluh dengan penerimaan kita yang kita anggap tak sebanding dengan yang kita lakukan (salah satunya perbuatan memberi). Suatu saat kita mengeluh, penghasilan kita kok jumlahnya sekian saja dan belum berubah. Padahal kita sudah merasa bekerja keras, bahkan mungkin sampai banting tulang istilahnya tetapi hasil yang kita terima seperti tak sebanding.
Secara tak sadar dalam detik itu kita telah memutar frekwensi pemikiran kita ke arah “Sang Peminta”, yang akan selalu terfokus dengan apa yang akan kita terima. Sisi penyeimbang dimana kita juga harus memberi seakan sejenak terlupa. Ketidakseimbangan adalah sebuah permasalahan dalam kehidupan.
Sebuah kejadian kecil menyentil diri ini untuk sejenak harus merenung tentang hakekat “memberi dan menerima”: Seorang pengamen Bis kota dengan suara yang lumayan untuk ukuranku berkata di akhir lagu “Seratus dua ratus tak berharga bagi Anda, tetapi akan sangat berarti dalam kehidupan kami”. Lupakah kita pada detik ini anak ini memberi jalan kita untuk sejenak memberi walau itu sebuah senyum saja.
Sebuah pemberian kecil kita secara ikhlas, akan menjadi bermakna . Kecil bukan tak berarti dan keberatian tak selalu harus berwujud dari jumlah yang banyak.
Marilah kita putar jarum frekuensi pikiran kita untuk memjadi sang pemberi untuk sekedar mengimbangi apa yang kita telah banyak terima.
Di dunia ini kita dilahirkan tak membawa apa-apa, jikalaupun kita perti tak membawa sesuatu –kecuali amal- sepertinya tak akan ada rugi dalam diri kita. Karena betapa sebanyak apapun kita memberi, tak akan bisa mengimbangi dengan apa yang selalu kita terima dari yang Maha Kuasa ; teman, keluarga, rejeki, kesehatan, jodoh dan lebih banyak lagi yang kita terima.
Hidup memang bukan persoalan “hitung-hitungan”,tak usahlah kita menghitung berapa besar yang telah kita berikan kepada sesama. Karena tak akan pernah sebanding dengan apa yang kita terima.. Sunggguh indah memang perbuatan memberi, karena ini adalah inti dari segala makna hidup. Cinta sekalipun yang menjadi batang kehidupan tak lepas dari memberi.
Akhirnya Salah satu ungkapan makna cinta sejati akan menutup tulisan ini;
“Cinta sebenarnya adalah anggap apa yang kau berikan (pada Sang Pecinta) itu sesuatu yang kecil walaupun itu besar jumlahnya,
Dan anggap apa yang kau terima adalah sesuatu yang besar walaupun itu sesuatu yang kecil”…itulah makna cinta sesungguhnya.